Movie Review! – Survival Family

Pra Tugas LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan)

Kemarin pada tanggal 19 Februari 2019 teman-teman penggalang dan penegak OASE diajak untuk nonton film dan membahas persiapan dan perlengkapan LDK yang akan dilaksanakan tanggal 15 – 17 Maret nantiiii

Pagi harinya, kita semua diajak utk nonton sebauh film yaitu Survival Family dan juga diminta utk tulis review mengenai film tersebut. Pada awalnya, (sebelum nge research) aku pikir storyline film ini akan jatuh kepada genre sci-fi atau supernatural tapi ternyata ini film comedy berasal dari Jepang yang juga mengajarkan kita basic survival skills yang juga akan sangat bermanfaat untuk bekal kita di kemping LDK maret ini~

Cerita ini dimulai dengan satu keluarga, bapak, ibu, dan kedua anak laki perempuan yang tinggal di tokyo dimana suatu hari semua listrik di tempat tinggal mereka padam, dan ternyata tidak sampai situ aja, seluruh kota mati listriknya dan semua sumber tenaga listrik tidak ada yang bisa meng-akses. Dari situlah mulai perjalanan 4 protaganist ini ke osaka dengan tujuan mencari tempat dimana masih ada sumber listrik. Dalam perjalanan ini mereka menghadapi banyak tantangan dan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan untuk bertahan di kehidupan liar tanpa kendaraan atau alat komunikasi selama 100 hari. Tetapi dengan ini, mereka dapat bangun persatuan dan kerja sama dalam keluarganya yang menjadi amat lebih baik dan kuat.

VALUE

Menurutku film ini menjadi eye-opener sekali bagi kita semua yang tinggal di era dimana sangat memerlukan alat-alat yang berhubungan dengan listrik, untuk mengingat kita semua seberapa pentingnya juga memiliki survival skills yang baik apa bila ada kejadian darurat seperti apa yang terjadi di film ini.

Di scene pas keluarga tokoh-tokoh utama bertemu dengan keluarga pesepeda mereka terlihat sangat tenang dan mepunyai banyak bekal makanan walaupun dalam kondisi dimana banyak orang sekarang sangat kekurangan bekal pertahanan hidupnya, mereka memberi banyak pelajaran terhadap tanaman-tanaman yang bisa dijadikan sebagai makanan dan juga mengarahkan keluarga tokoh utama ke arah yang ingin mereka tujui.

Dan juga pas mereka bertemu dengan bapak-bapak yang tinggal di perdesaan, perut sudah sangat kelaparan dan keluarganya dikasih hidangan daging yang sangat lezat sama bapak-bapaknya setelah beberapa hari hanya makan makanan kucing dan minum air aki–

Untuk membalas kebaikan bapaknya ini mereka membantunya dengan menangkap babi dan belajar cara memotong dan memasaknya dengan benar… Sedih keluarganya harus melanjutkan perjalanannya lagi dan meninggalkan bapaknya yang sudah menawarkan mereka untuk tinggal di perdesaan nya but those were fun times dan aku sejujurnya hampir mau nangis juga :” jadi saling membantu satu sama lain juga value yang ingin ku tegaskan disini.

INSIGHT

Film ini ngga cuman lucu tapi juga menunjukan kerja sama dan baiknya untuk mengambil inisiatif di waktu waktu seperti di film ini.. Jadi walaupun kelihatannya semua harapan telah hilang, jangan putus asa dan tetaplah nikamti perjalanannya bersama keluarga tercinta ❤ ❤ ❤

FAVORITE PART

Film ini bisa dibilang telah bermain dengan emosiku beberapa sekian kali, dengan mencampur comedy dan scene scene yang sedih, aku jadi bingung ini mau nangis atau ketawa sih- wkwkwkwk

Aku ngga tau kalau bisa sebut ini sebagai “favorite part” tetapi pas bapaknya tenggelam di sungai karena mengorbankan diri untuk putranya dan menyelamatkan barang-barang mereka untuk bertahan aku jadi salut banget sama bapaknya dengan kerendahan hatinya dan mental kepemimpinannya, dan pas ibu, putra dan putrinya sadar setelah pingsan dari bawaan hujan yang sangat deras, putranya coba untuk mencari bapaknya tapi hanya bisa menemukan wig atau rambut palsu yang dipakai bapaknya selama perjalanan mereka dan ditunjukan kepada yang lain- aku– jadi mulai ketawa sambil berasa berdosa karena itu,,, dan juga masih nangis aaaahhh– untungnya bapaknya masih hidup pada akhirnya.. dan itulah salah satu part yang paling nyangkut bagiku.

Sama pas bapaknya bersatu lagi bersama keluarganya yang sedang naik kereta, detik-detik itu yang berasa sangat heartwarming dimana mereka kira bapaknya telah meninggal tetapi sekarang mereka semuanya bisa senyum dan tertawa lagi setelah melalui banyak obstacles di perjalanan mereka.

Ada banyak character development juga! Seperti di scene pertama Ibunya masih takut memotong ikan mentah sendiri dan akhirnya sekarang berani dan tidak ada beban atau rasa jijik, kemandirian dan persatuan keluarga mereka telah menambah sangat banyak setelah perjalanan luar dugaan ini untuk mencari listrik, dan juga mengajariku banyak hal mengenai basic survival skills dan kerjasamaan yang pasti akan bermanfaat untuk LDK nanti!

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s