Ekspedisi H4 – Air yang Jernih

18/7/18

Semalam aku agak kesusahan untuk tidur yang nyenyak, Ratri memutuskan untuk tidur diluar daripada di dalam tenda karena panassss dan di isi dengan 4 orang dengan matras aluminium foil lagi, waahh.. Keringat kemana-mana deh

Walaupun diluar udara lebih sejuk tetap ada konsekuensinya kalau tidur diluar tenda, nyamuknya buanyaakkk… Sampai masuk kedalam tenda lagi. Karena kepanasan kita juga buka pintu tenda sampai full jadi bolong pintu depan tenda supaya anginnya masuk.

Mulailah hari baru di Pulau Karya! Kita tidak ada kegiatan yang direncanakan hari ini jadi waktunya benar-benar bebas! Eitsss.. Tapi sebelum itu kami harus tulis dulu logbook hari ke-3, karena kemarin nggak sempat untuk refleksi

Ternyata aku belum sepnuhnya mengerti seperti apa itu ‘logbook’ jadi untuk hari pertama sampai ketiga setiap refleksi aku langsung aja tulis kejadian2 dalam perjalanan kita dalam bentuk jurnal.

Pas di review sama Kak Melli, beliau kasih tau kalau yang diminta adalah logbook bukan jurnal. Semua orang diminta untuk kumpul sebentar supaya bisa review buku masing-masing, bukuku menjadi salah satu contoh sebagai bentuk jurnal Kaysan dan Dinda juga tapi berbeda denganku. Punyaku seperti cerita, tidak ada point point yang dicatat secara beraturan jadi menurutku punyaku yang paling berantakan dibanding yang lain- Sehingga membuatku agak malu pas harus dibaca sama semua ehe…

Tapi ujung-ujungnya, suka juga jadi aku senang ūüėÄ

Kak Melli juga berbagi beberapa tips mengenai menulis jurnal yang bagus dan asyik dibaca, seperti menggunakan panca indera. Apa saja sih yang dirasakan pas kejadian ini? Apa yang di lihat, di dengar, dll.

Setelah itu waktunya untuk bersenang-senang berenang di lagoon! Akhirnya setelah 4 hari keliling-keliling pulau yang banyak pantai baru kali ini aku berenang- dengan semangat aku ganti baju renang bersama Kak Melli yang kebetulan juga nggak mau ketinggalan kesempatan ini ūüėÄ

Pas mau jalan ke kamar mandi untuk ganti, tiba-tiba aku melihat sosok yang ku kira cuma kucing di pepohonan.. EEHH??? TERNYATA BIAWAK! Ukurannya hampir sebesar yang kita lihat di Pulau Rambut, tapi sebelum aku mau melihatnya dengan lebih dekat langsung biawaknya lari ke arah semak-semak. Kak Melli menjadi saksinya juga.

Olahraga Pagi ke Lagoon

Kak Ali mengajak kita untuk mengambil jalan yang lebih jauh ke Lagoon, padahal posisinya persis di belakang base camp kita. Ternyata laut yang dekat base camp bukan satu-satunya yang bisa dijadikan tempat berenang jadi kita diajak jalan-jalan untuk memilih yang tepat sesuai selera kita semua.

Kami semua berjalan sekitar 30 menit ke pantai satu lagi, rasanya hampir seperti mengelilingi satu point yang ujungnya kembali ke tempat yang sama karena pas sampai, Lagoon dekat base camp cuma beberapa meter dari pantai yang ini.

Airnya cukup surut dan dangkal, aku sih dimana aja enak jadi ikut sama kakak mentor saja. Tiba-tiba anak-anak laki pada lari kearah pantai yang satu lagi. Tidak terlalu jauh, bisa terlihat dari sini, tapi memang perlu effort sedikit untuk jalan kesana kalau lagi mager. Ternyata mereka lebih senang di tempat lagoon daripada pantai yang ini, ada yang bilang di sana banyak karangnya jadi lebih memilih di pantai tapi karena terlanjur semua sudah di lagoon ya sudah yang lain juga akhirnya mengikuti.

Berenang di Laut!

“Yeeeeeyyy!!”

Ternyata betul, di lagoon bentuknya seperti kolam renang yang ukurannya bisa 2 kali lebih besar daripada hotel standar. Airnya jerniiiihh sekali, crystal clear sampai hampir bisa melihat bawahnya. Di tengah ada gazebo juga yang cukup tinggi dan harus manjat dikit kalau mau naik soalnya tidak ada tangga spesifik yang bisa kita pakai, tapi karena aku sudah memakai alas kaki untuk mencegah contact dengan bulu babi capek ah naiknya.

Ceca katanya takut sama ikan jadi pas nyebur kedalam air dia nempel dibelakangku terus menyangkut tangannya ke leherku takut kalau ada yang gigit tiba-tiba- sambil teriak teriak histeris wkwkw… Tenang aja Ce, aku tenggelam juga nanti kalau dinaikin terus punggungku.

Kak Melli kebetulan bawa perlengkapan snorkelling dan aku tertarik untuk mencobanya ūüėÄ yang lain pada loncat-loncat dari gazebo aku melihat suasana di bawah air. Ada ikan-ikannya juga ternyata! Dan warna warni semua, ada yang kuning, merah dengan¬†stripes¬†hitam di kulitnya. Aku sangat terpesona mengamatinya berenang karena terakhir snorkeling itu mungkin sudah 3 tahun yang lalu dan ikan yang kulihat tidak se bagus dan se jelas yang ini. Ada satu yang coba untuk menyerangku juga huehue..

“Ikan ini akan berubah warna kalau sudah besar, makanya mereka tinggalnya di sisi laut yang dangkal nanti kalau tumbuh besar pindah ke laut yang lebih dalam”

Kata Kak Melli ekspert menjelaskan tentang wild life owo)/

Life vest kita juga diantar jadi bisa dipakai sambil berenang sekarang, aku tidak harus khawatir kalau tenggelam di sisi yang dalam.

Semuanya sudah nikmat berenang kesasa-kesini, tapi kaka-kakak mentor kami mungkin berfikir kurang tantangannya. Jadi mereka mengajak kita untuk lomba berenang!

Fattah pasti akan menjadi tokoh utama disini, karena dia telah latihan berenang bisa dibilang hampir setiap hari dalam hidupnya pasti kecepatannya akan susah dilawan. Pertandingan pertama adalah antara regu Garam laut dan Anjing laut.

Kocaaakkk banget kompetisinya, sambil ketawa cekikikan aku dan yang lain sorak untuk kedua tim yang mengeluarkan semangat sebanyak-banyaknya! Para mentor kita juga nggak tahan mau ikutan juga jadi hampir pada akhir kompetisi ronda pertama, Kak Melli, Kak Shanty dan Kak Ali juga ikutan.

Pada akhirnya yang kelihatannya kedua regu mempunyai keuntungan yang sama untuk menang, Fattah masuk sebagai kompetitor yang terakhir dan mengambil kemenangan dengan cepat! Waahh.. Dia bergaya bebas keujung dengan kecepatan yang luar biasa seperti Deku dari My Hero Academia pas lagi¬†endurance training*COUGH* sisi webooku mulai muncul–

“Ayooo!! Regu putri juga lomba doongg!”

Kak Shanty tiba-tiba bilang, awalnya aku agak sungkan-sungkan untuk lomba berenang karena sudah ber abad-abad yang lalu terakhir aku berenang dengan serius- tapi ini mungkin pengalaman once in a life time jadi kalau tidak bisa terulang lagi menyesal. Jadi aku memutuskan untuk mencoba dan coba mengajak yang lain untuk ikutan.

Yang renang pertama adalah aku dan Tata, aku memilih untuk melakukan gaya bebas karena memang itu pilihan yang paling tepat. *inhale* *BIUR* *inhale* *BiUr* Pas ditengah mulai kecapekan dan kehabisan napas tapi aku tidak memperdulikan, pokoknya sampai diujung! Dengan ke tekadan yang cukup kuat akhirnya aku sampair diujung lagoon juga!

Hah…. hah…. Hidungku kemasukan air laut banyak sekali dan rasanya perih dan asin bersamaan sambil mencari oksigen dengan susah payah dikit, rasa itu kemudian hilang perlahan setelah melihat teman-temanssss yang lain berenang.

Pada akhirnya Regu Dublob yang menang! Tapi seperti tidak ada rasa capek sama sekali kita diajak untuk lomba sekali lagi- tapi kali ini, yang menang akan di masaki oleh yang kalah. Termotivasi, yang tadinya cuma mau istirahat di pinggir lagoon saja semangat ikutan lagi. Dan kejadian yang sama terulang.

Walaupun tau konsekuensinya berenang lagi, kemasukan air asin hidungku karena belum tau cara yang tepat untuk mencegahnya. Aku coba untuk tidak memikirkannya dan pasrah dengan apa yang akan terjadi.

Kali ini aku melawan salah satu mentor kita yang tersayang, Kak Shanty! Seperti yang kuduga diawal. Hidungku terasa lebih perih pas diujung tapi syukur tidak apa-apa pada akhirnya.

Aku segera mengetahui bahwa kebetulan lawan tim ku, Fattah, akan berenang terakhir… dan Fattah OH Fattah… Kita semua pasti udah tau kalau dia yang terakhir berenang auto win bagi timnya. Dan betul, tim kita kalah tapi itu tidak masalah. Karena semua sudah asyik membuat berenang di lagoon ini seru!

Satu piring nasi buat berlima

Matahari sudah mulai terik dan pas berada diatas kita, walaupun udah pakai sunblock aku merasa kalau itu tidak akan mempan dengan cuaca yang panas ini. Nggak papa biar gosong kulitnya sekali-sekali ehee..

Semuanya keluar dari lagoon dan kumpul di tempat duduk pepohonan yang disebelah kiri kalau menghadap ke base camp adalah pantai juga. Tidak semua keluar dari laut tanpa goresan sedikit, Jari kakiknya Katya terbaret karang sewaktu dia masih main di pinggir lagoon. Kelihatannya cukup dalam lukanya tapi langsung di obati dengan PK3 pas di darat dan sekarang sudah bisa jalan dengan normal lagi.

Ada beberapa yang masih mau main air, jadi seberapa ke pantai untuk ngobrol dan ciprat-cipratan, sementara aku dan Anja memilih untuk langsung mandi saja.

Ujung-ujungnya biar nggak repot dan lama nunggu kita Maber sama-sama wkwk.. Masih ada tugas untuk masak makan siang juga, tapi berhubung bahan makanan regu kami terbatas- salah satu alasannya karena aku tidak sengaja menginjak tas penuh dengan telur dan… Memecahkan 2 butir– (ini terjadi pada pagi hari tadi*AHEM*) akhirnya yang kalah seharusnya masakin yang menang, kita bekerja sama untuk buat makan siang.

Persediaan bahan masak yang kita punya paling banyak adalah telur, walaupun ada yang pecah masih cukup untuk setiap regu jadi kami memutuskan menu makan siang ini adalah Telur Balado!

Ceca bawa sambal balado dan Anja yang memasak, seperti biasa aku menonton di samping saja sambil ngiler udah nggak tahan mau nybobaiiinn! Ya aku orang yang paling sedikit membantu di reguku shshhsh– paling mijetin yang kecapekan kerja aja (nggak sih–)

Setelah selesai masak lauknya Dublob, Anjing laut dan Garam laut juga menyediakan makanannya mereka juga. Disediakan diatas daun besar, Nasi, telur balado, telur orak-arik dan sisa ikan bakar kemarin. Aku jalan ke arah pantai dan seperti emak-emak yang manggil anak-anaknya yang sedang main aku mengajak semua yang masih asyik berendam di laut untuk makan siang.

Satu regu jatahnya satu ikan dengan lauk satu. Nasinya bisa tambah bila kurang, tapi kita makannya sama-sama, kesannya seperti orang-orang yang kelaperan sekali. Aku hajar bleh nasinya dengan Ceca dan Andini seperti belum makan aja sampai berhari-hari- Anja yang baik hati melayani kita dengan membagi-bagikan nasi kepada regu yang sudah habis jatahnya. Ratri masih asyik di pantai katanya belum laper. Rasanya memang seperti survival, menghargai setiap butir nasi yang masih bisa kita makan sama-sama.

Andini masih menghabiskan sisa-sisa makanan, apa itu di regu kita dan regu lain. Laper atau doyan nih yaa?

Bersenang-senang di waktu luang

Melihat pantai dengan air laut yang sangat¬†crystal clear¬†serasa seperti di surga,¬†langitnya cerah dan¬†horizon¬†ke arah pulau pramuka indah sekali, angin yang adem juga meniup kesana-kesini… Aku mungkin melihat ini semua agak terlalu jauh tapi rasanya seperti aku bisa melakukan apa saja di momen itu.

Walaupun sudah mandi aku tetap nyebur kedalam air, tapi kakinya saja. ada banyak karang yang bisa terlihat sangat jelas dari atas dan kerang-kerang yang berbentuk indah juga!

“Tri, tri, Threee!”

Panggil Tata yang tadinya sedang santai duduk di pinggir pantai melihat pemandangan.

“Let’s find some shells!”

Tiba-tiba mulai semacam¬†shell hunting¬†di laut ūüėÄ

Nggak tau kenapa tapi mencari kerang adalah salah satu kegiatan yang paling aku suka untuk mengisi waktu luang, mungkin karena melihat batu dari laut yang berwarna-warni dan berbentuk unik itu sangat menarik? Aku tajamkan mataku melihat kebawah untuk menemukan kerang.

Tata yang paling banyak menemukan kerang dengan bentuk tidak biasa, ada yang bundar, cekung dengan tekstur kasar dan lembut dan pas aku perhatikan ternyata kerang-kerang disini mempunyai satu bentuk yang mirip juga, yaitu bentuk oval dan tipis warna putih. Kita banyak menemukan kerang yang seperti itu.

Bentuk kerang favoritku mungkin yang mirip seperti tanduk mengecil warnanya pink agak ke kerem kereman, tidak terlalu susah untuk menemukannya karena penampilannya yang sangat dominan dibanding batu dan karang-karang yang lain.¬†“How is nature so beautiful?” “How does it work?”¬†Tata mulai bertanya wkwk..

Pas kita pikir sudah cukup kerang-kerang yang kita kumpulkan, Tata taruh semua diatas batang kayu besar dan pilih yang bagus-bagus.

“You try opening it”

“No u! I’m scared-“

Sambil jerit-jerit ngakak ketakutan untuk membuka satu kerang yang kelihatannya ada makhluk hidup didalamnya. Eh, tau taunya pas dibuka cuma pasir basah isinya wkwkwkwkk..

Tapi ternyata salah satu kerang yang kita bawa juga masih ada penghuninya! Perlahan dia keluar dari rumah kerangnya kaget mengapa dia diluar air?

“There’s something inside it! Put it back, put it back”

Tata minta dengan sedikit panik, aku juga kembalikannya ke habitat sebenarnya sambil mengamati sebentar binatangnya.

“Bye bye little creature! Live a long life!”

sambil rasanya mau nangis dikit– canda wkwkw

Sebelum itu kita juga sempat ngobrol sama-sama Tata, Anja, Katya, Syauqi, Tre dan aku. Topiknya macam-macam, seperti tipe cowok kita- ehh? Kok Syauqi sama Tre ikutan? Nggak papa, mereka sudah mengaku sebagai perempuan juga kok– ūüôā

Walaupun konversasinya kurang berfaedah kita masih menikmati juga. Anja ternyata suka cowok yang Tsundere, singkat artinya orang yang keras diluar tapi lembut dan baik hati didalam. Huwaahh, memang suatu penemuan yang aku tak duga dengan dirinya, tapi keren juga jadi I support!!! Mudah2an ketemu yaaa wkwkk..

Kak Melli juga mengajak kita untuk mengiris mangga buat rujak! Ada 3 buah yang kakaknya bawa dan semuanya terasa sangat maniiiss, aku pingin makan lebih banyak slicenya tapi buat rujak jadi sayang huhuu..

Yang mengiris dapat bijinya, yaitu jatah mangga lebih besar. Tapi aku nggak dapat giliran karena sudah diambil oleh yang lain.

Aku balik untuk cek suasana tenda, masih hening karena sebagian banyak yang lain masih asyik basah-basahan berendam di laut. Ampuuunnn.. Udah 3 jam loh nggak gosong nanti? ūüėÄ

Disebelah kiri tenda kita ada Tata yang lagi kesusahan menegakan tenda yang kelihatannya sedikit miring kebelakang, “Is everything alright?”¬†entah kenapa mungkin karena angin yang kencang sore ini jadi bentuknya nggak stabil begitu. Aku bantu untuk tarik talinya yang terikat ke pasak untuk mencari unsur dari miringnya tenda, yang kita tau adalah dari pusatnya yaitu di tengah atas mungkin tapi pas kita miringkan kesana-sini hasilnya masih sama, malah tambah miring justru–

Aahh.. Jadi The leaning Tent of Pizza deh #eh

Mengenal sisi-sisi teman-teman

Karena waktu kita tinggal dihabiskan untuk main bebas, aku mondar-mandir balik dari tenda ke pantai belakang base camp, penasaran lagi pada ngapain semuanya. Kak Melli dan mentor yang lain sedang menikmati rujak, saosnya pas pedasnya karena aku juga seneng yang pedes pedes- sayangnya aku cuma dapat satu potong mangga bersama saos yang lain sudah lenyap dimakan yang lain.

“Eh trisha.. Boleh minta tolong nggak jalan dari sini kesana sambil melewati pohon-pohon ini”

“Ohh gimana kak?”

“Seperti ini, nanti di rekam”

Kak Ali tiba-tiba menyambutku dari belakang pohon yang sudah siap dengan hapenya, tiba-tiba waktu istirahat menjadi studio rekaman buat film, tapi masalahnya starringnya cuma aku-

Aku pikir ini buat dokumentasi atau dijadikan gabungan video perjalanan kita dari hari pertama, dan biar lebih estetik mungkin dibuat ada setting-settingannya dikit juga. Jadi dengan top notch aktingku (nggak sih-) aku coba untuk memenuhi permintaannya.

Memang Kak Ali seperti nggak ada istirahatnya untuk foto-foto atau merekam dan itu yang keren darinya. Waktu itu juga diminta untuk jalan biasa di tepi pantai sambil direkam, tapi cuma kakinya.

L E G S

 

“Andini kenapa kok nangis?”

Tiba-tiba aku melihatnya sedang di hibur sama Ratri, Anja, Adinda dan Michelle. Mau tanya ada masalah apa tapi ragu-ragu. Anja yang menjelaskan, ternyata cuma gara-gara ada sisi di¬†lunch boxnya yang susah dibersihkan. Ya ampun lucu banget– Andini kebersihannya memang sangat bagus, hatinya suci. ‚̧

Aku juga merasa sedikit bersalah tiba-tiba, karena tenda kita yang berantakan diisi dengan barang berhamburan kesana-sini dan yang punya sense kebersihan untuk merapihkannya semua supaya lebih nyaman di tenda hanya Andini. Dia kemudian di antar sama Adinda untuk bantu cuci lunch boxnya. Sambil aku dan Anja cepat-cepat merapihkan barang kita masing-masing.

Andini juga kasih tau untuk langsung ambil jemuran di luar yang sudah kering, supaya ada¬†space¬†lebih luas untuk taruh jemuran basah. Rasanya seperti membawa Mamaku ke eksplorasi shshhh- tapi sejujurnya, kami sangat di karuniakan untuk dikasih zero waste master¬†seperti Andini ūüėÄ

 

Setelah itu, aku, Anja dan Ceca memutuskan untuk langsung nulis Logbook biar nggak lupa kejadian-kejadian hari ini sambil ngemil keripik cumi enaqqq. Awalnya aku nggak tau kalau itu ternyata cumi, soalnya rasanya seperti keripik tepung biasa yang biasanya dimakan dirumah juga.

Ceca seneenggg banget cerita-cerita sama kita, padahal pas pertama kali kita ketemu aku kira dia tipenya lebih ke orang pendiam- ternyata salah.. Dibalik muka Ceca yang polos ternyata banyak ceritanya, dan receh juga wkwk..

Kisah Hantuuuu~

Sekali lagi setiap regu ramai-ramai masak untuk makan malam terakhir kita! Berhubung sebelumnya banyak bahan makanan yang sudah terbatas jadi kami memutuskan untuk bekerja sama buat menu masing masing untuk dimakan bersama.

Regu Anjing laut masak nasi, Garam Laut masak Cumi asin, Putri Doyoung buat sayur sop dan terakhir regu Dublob masak telur dadar balado.

Master chef Anja¬†is back in action! Aroma telur bisa dicium dari tenda kami membuat aku tambah lapar- sambil menunggu (karena nggak bisa masak–) aku duduk di matras depan dengan Ceca dan Andini, tiba-tiba mulai kita bercerita tentang kisah hantu dan pengalaman sendiri yang kita pikir memang pernah melihat makhluk-makhluk halus ini. Syauqi yang dari tadi nanggur juga langsung masuk kedalam konversasi kita. Dan seperti biasa, Andini langsung mengusir shshshh–

“Eehhh.. Ini ngobrol cuma buat cewe!”

“Yahh mau dengerin dong, aku dari tadi gabut”

Justru malah Syauqi yang paling banyak cerita hantunya. Dia bilang waktu masih umur 7 tahun dia bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain, tapi…¬† Mungkin agak terlalu serem- dia bilang pas lagi jalan-jalan pernah dia lihat ada sosok seseorang yang mukanya berdarah-darah- terus tiba-tiba pas melihat kebawah sumur ada muka orang yang muncul- dan itu tidak semua— masih banyak lagi..

Huuuu… Syauqi you okay? Bisa saja dia buat-buat ceritanya, tapi dengerin aja udah merinding rasanya kalau memang benar-.

Yang lain juga main beberapa macam permainan sambil menunggu masakan-masakan lezat selesai~

Alev sempat numpang masak di kompor regu kita juga, mungkin karena gasnya habis? Tugasnya adalah untuk masak nasi jadi memang harus segera dibantu karena salah satu makanan pokok adalah itu.

Michelle juga membantu, tapi lebih.. Membatu kasih tau cara masak nasi yang benar sambil marah-marah lucu wkwk–

Michelle: “Jangan gitu! nanti kering nasinya!”

Alev: “…. Mukamu yang kering”

OOOOOOOOOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH-//plok

please dont blame me michelle-, your face is beautiful like a goddes okay–

Dan argumen semacam itu berlangsung selama 20 menit- kita rasanya seperti audience nonton sebuah drama yang asyik wkwk- they fight like a married couple honestly-

Makan malam terakhir :’)

Nggak terasa ya, ternyata sudah makan malam di pulau yang terakhir.. Kita kumpul di pendopo dan satukan makanan-makanan kami di tengah. Setelah itu ambil nasi dan lauknya secukupnya, aku menikmati setiap gigitan.

Sudah jam 9 dan anehnya.. Aku lebih ngantuk dari pada hari-hari sebelumnya, mungkin karena kekurangan tidur malam-malam kemarin? Atau kegiatan hari ini yang asyik sampai dikuras banyak tenaganya. Itu tidak masalah, untuk membangunkan atmosphere Kak Melli ajak kita main sebuah permainan!

Aku lupa namanya- tapi caranya bermain adalah, setiap orang diminta untuk memikirkan benda yang di sekitarnya, lalu kita harus mengingat benda apa yang dinamakan kepada setiap orang. Seperti aku botol minum, Adinda tomat, Katya life vest dan seterusnya terus satu orang akan tunjuk ke orang satu lagi dan katakan nama benda mereka dan dilanjutkan. Kalau lambat atau lupa namanya dikeluarkan dari permainannya. Aku tidak sempat masuk ke finalis, tapi karena tempat ku duduk cukup tertutup oleh orang lain dan gelap jadi aku nggak terlalu banyak ditunjuk hehee.. Setidaknya bertahan sampai tengah-tengah.

Setelah itu Kak Shanty ajak kita untuk refleksi sebentar, kami ditanya tentang pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanan ini, apakah puas? apakah mau melakukan eksplorasi semacam ini lagi? Apa maanfat yang didapat? Sebagai peserta yang pertama kali eksplorasi, aku merasa sangat senang bisa berpetualang keliling pulau dan mendapatkan banyak pengalaman yang tidak akan terlupakan. Semangatku untuk melakukan hal-hal yang baru dan menantang semakin besar, aku juga senang bisa lebih banyak networking sama teman-teman lain. Aku berharap eksplorasi selanjutnya akan jauh lebih amajiiingg!

Balik ke tenda aku langsung tidur dengan nyenyak, nggak ada bangun-bangun di tengah malam lagi- ya mungkin dikit– tapi nggak sebanyak yang kemarin heheee..

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s