Ekspedisi H1 – Kami datang Pulau-Pulau!

16/7/18

Pagi hari telah tiba, wahh ini bukan waktu yang seharusnya aku sudah bangun. Tapi karena kami, Penggalang Oase mau eksplorasi pulau-pulau yang ada di kepulauan seribu aku langsung semangat habis dibangunin sama Mama. šŸ˜€

Tas carrier biru yang besar sudah siap didepan kamarku. Tinggal di cek barang-barangnya ulang dan siap berangkat ke Stasiun Tebet menuju Stasiun Kota. Ini pertama kali aku Ekspedisi bersama Oase, dan sampai 5 hari juga! Selama ini aku belum pernah terpisah orangtua sampai selama itu.

Aku diantar sama Papa dan sampai di stasiun sekitar jam 05:20. Selama perjalanan, Papaku menjelaskan banyak tentang detail tas carrier, barang-barang dan baju-bajuku berulang kali- walaupun aku sudah tau hehe…

Mungkin karena ini salah satu pertama kali aku harus bertanggung jawab dengan barang bawaanku sendiri jadi pasti Papa khawatir

Don’t worry, just be happy!

 

Berangkat naik Kapal!

Aku sampai di Stasiun Kota bersama Papa, untung karena ada Papaku membawa tas carrier kedalam kereta yang berisi dengan banyaaakkk orang-orang yang mau kerja dan masuk hari pertama sekolah tidak sesusah yang ku duga.

Aku segera pakai kacu yang dikasih waktu Kemping Ceria berwarna oranye dan putih sebagai tanda supaya lebih gampang cari teman-teman yang lain.

Pas mau keluar gerbang aku lihat di sebelah kiriku, Kaysan, Alev, Fakhri, Fattah sama Ali sudah tunggu didepan gerbang stasiun. Yeeeyy untung langusng ketemu!

Keliatannya mereka sudah cukup lelah menunggu yang lain- sampai tidur-tiduran dengan tas-tasnya yang besar sebagai bantal. 30 menit berlalu dan lama-lama teman-teman kita yang lain berkumpul bersama kita. Setelah semua yang janjian untuk ketemu di Stasiun Kota datang kita menuju ke arah pintu keluar stasiun.

Aku melambaikan tanganku ke Papa dan naik angkot menuju ke Pelabuhan Sunda Kelapa dimana kita akan ketemu sama teman-teman Oase lain yang sudah tunggu disana. Khansa salah satu teman Oase kebetulan juga ikut ngantar kita! Sayangnya dia tidak bisa ikut eksplorasi karena alasan “Lagi Sybuk”.

Sampai di dermaga, aku ketemu sama teman-teman reguku. Yang sepakat kita namakan ‘Dublob’.

Dublob – Campuran dari nama Dugong dan Blob fish (Betapa amazing nama regu kita–)

Sebelumnya kita cuma mau namanya antara salah satu hewan ini, tapi karena ada yang suka nama Dugong dan Blob fish kita memutuskan untuk dicampur saja.

 

Kita di drop sama angkot di dekat kapal yang akan kita naik ke Pulau Untung Jawa, Kapal Sabuk Nusantara 66. Dari luar kelihatannya bersiiih sekali dan dalamnya juga lebih nyaman daripada ekspetasiku.

Kak Lala minta kita untuk mengumpulkan kartu identitas Oase untuk masuk ke kapal, di lantai paling bawah kapal ruangannya di isi dengan tempat tidur tingkat yang berjejeran supaya bisa istirahat lebih nyaman. Wahh fasilitasnya komplit nih ya kapal!

Pas eksplorasi tahun lalu Oase juga naik kapal yang sama, jadi pasti ada unsur nostalgianya juga~. Tapi sayang tahun lalu aku belum bisa ikutan Oase lagi jadi inilah menjadi pengalaman yang baru bagiku.

Yuk! Wawancara!

Didalam kapal kita tidak hanya main-main dan istirahat sampai ke Pulau, tapi kita juga dikasih tugas untuk wawancara penumpang-penumpang yang berada di kapal. Ini bagus untuk komunikasi dan networking yang lebih kuat menurutku, skill yang pasti setiap orang perlukan untuk kehidupan sehari-harinya. Jadi aku cari keatas Kapal dimana banyak orang lagi santai dan menikmati pemandangan laut.

Yang lain juga berinisiatif untuk cari di area atas kapal, udaranya sangat segarrrr.. Baunya agak amis juga pas kita melewati sisi laut yang banyak ikannya tapi itu cuma untuk beberapa detik.

Pertama aku ketemu sama Pak Bule, memang namanya sangat unik ehee.. Dan kita ketemu bukan karena aku yang menyapanya duluan tapi karena pas lagi iseng-iseng gambar di buku jurnalku beliau tiba-tiba bilang…

Pak Bule: “Bagus gambarnya, dek”

Ada suara yang kedengerannya datang dari atas. Aku nengok keatas dan ternyata ada sosok mas mas yang cuma kelihatan kepalanya sampai dadanya. Dia berdiri di satu lantai lebih tinggi dariku dan melihat kebawah dimana aku dan teman-teman yang lain berada. Mungkin itu tempat Nahkodanya.

“Aahh.. Makasih pak”

Aku respon.

Nahh ini kesempatanku! Aku bisa wawancara dan bertanya-tanya dengan Pak Bule! Pikirku. Jadi dengan spontan aku coba untuk ngobrol dengan bapaknya

“Saya Trisha, bapak bekerja disini ya?”

Pak Bule: “Iya dek *habis itu ngasih tau kerja sebagai apa tapi aku lupa uhu :’)”

“Oh gituuu..”

Sebelum aku mau nanya-nanya lagi tiba-tiba bapaknya udah pergi masuk kedalam tempat Nahkoda- yaahhh.. Hilang deh orang yang mau di wawancara. Mungkin bapaknya dipanggil dan diperlukan untuk mengerjakan hal lain, jadi nggak papa deh.

Setelah itu aku coba untuk cari target wawancara yang lain, dibawah ada mas mas yang dari tadi senyum-senyum sendiri memperhatikan anak-anak yang lagi jalan berkeliaran (yaitu kita-) di kapal sambil duduk di lantai. Nggak senyum2 yang ngeri kok shhshshs- Jadi aku coba untuk approachĀ beliau.

“Mau kemana pak?”

Aku bertanya.

“Ohh.. Saya mau ke Pulau Untung Jawa mbak, ada kerja disana”

Yeee! Ketemu juga nih narasumber ku! Bapak yang aku wawancara namanya Pak Robio,Ā beliau bekerja sebagai teknisi dengan rombongan 4 orang juga yang dari bidang teknisi. Tujuannya ke Pulau Untung Jawa untuk memasang perangkat yang baru disana. Ada beberapa orang yang lain yang juga bekerja di telkom tapi di bidang lain, yang aku ketahui salah satunya juga ada yang dari Jepang, dan ia adalah ketua dari timnya.

Pak Robio cerita kalau bahasa indonesia ketuanya sudah mulai lebih baik jadi aku sempet diĀ suggestĀ untuk ngomong sama dia wkwkk…

Pak Robio lahir tahun 1990 jadi usia sekarang 28 tahun, tinggal di Semarang bersama orangtuanya dan asli sana juga. Belum berkeluarga tapi hepi hepi juga kan yaaa…

Rencana di Pulau Untung Jawa sampai 10 hari, jadi balik dari pulau hari kamis minggu depan. Lumayan lama juga ya pak.

Aku senang sekali bisa ngobrol2 sama Pak Robio, orangnya tertarik dengan eksplorasi kita, komunitas Klub Oase dan topik homeschooling jadi macam2 deh ceritanya šŸ˜€

Karena bapaknya juga senang ngobrol2 sama orang baru jadi wawancaranya berjalan dengan lancarrr… Mungkin ada sedikit gangguan buku jurnal juga karena aku langsung menulis setiap informasi yang beliau berikan kepadaku tapi orangnya pengertian kok.

Setelah aku pikir informasi yang diperlukan sudah cukup aku permisi diri dari pak Robio dan balik lagi ke lantai dasar kapal untuk melengkapi catatan yang masih kurang.

Eehh.. Sebelum aku mau istirahat ternyata Ceca salah satu teman regu Dublob minta bantuan untuk cari narasumber- aahhh ya sudah.. Dengan senang hati aku membantunya untuk wawancara.

Pulau Untung Jawa!

Wowowowooo.. SetelahĀ relax di atas kapal melihat pemandangan yang sangat indah lautannya, dengan becanda-becanda air laut terasa seperti micin gara2 liat sampah bungkus indomie berenang-renang di atas laut- akhirnya pengumuman kita sudah sampai di Pulau Untung Jawa!

Aku bergegas ambil tas carrier biru ku yang beratnya minta ampun dan berkumpul di pintu keluar kapal bersama yang lain.

Kebetulan, Kak Shanty dan Kak Lala ketemu dengan Pak Aji. Kita diajak untuk datang ke PKBMnya sebentar sebelum meneruskan perjalanan kita ke Mess BKSDA, tempat penginapan kita. Sekalian duduk istirahat juga

Cuacanya lumayan panas jadi gampang capek, akhirnya di sebelah kiri jalan kita sampan di PKBMnya. Tempatnya miriiipppp sekali seperti PKBM 21 di rumahku, dulu sempat sekolah disana juga selama setahun. Jadi masuk-masuk serasa benar-benar seperti hari pertama sekolah shshshhh…

Kami disambut oleh para guru-guru disana, mereka kelihatannya cukup senang untuk ketemu bersama kita. Ada sekitar 3 kelasnya disana, di paling ujung sebelah kiri kedengerannya ada murid-murid yang sedang mengaji.

Pak Aji juga menawarkan kita untuk ujian paket disini kalau ada yang berminat. Tapi yaaa… Rumah ke PKBM sini kan jauh juga ya, jadi kalau mau sekolah rutin harus cari rumah di pulaunya juga huhuu.

Kak Shanty berterima kasih sudah di bolehkan untuk berkunjung, kita semua pamit dan lanjut perjalanan kita ke Homestay Mess BKSDA.

Untuk membunuh ke capean selama berjalan aku sama Fattah ngobrol2 tentang anime dan hal-hal yang berhubungan dengan ‘otaku’ lifeĀ lah pokoknya wkwkww.. Nah otomatis kalau sama Fattah aku selalu suka ngomong dalam bahasa inggris, bisa dibilang itu pelan-pelan menjadi bahasa pertama yang aku pakai setiap hari juga-*uhuk*

Yang aku tidak perhatikan waktu itu, pas lagi ngobrol sama Fattah aku melewati dua bapak-bapak yang lagi santai duduk sambil merokok- dan tiba-tiba entah kenapa mereka juga mulai ngomong dengan bahasa inggris-

Sshshshhsh ampuunn… Aku juga nyesel habis diceritakan sama Hibban salah satu temen eksplorasi, mungkin mereka kira kitaĀ touristĀ atau orang-orang dari luar negeri- aku nggak mau dipandang sebagai orang yang bisa dibilang nggak se levelĀ sama penduduk disini, kayak sok sok an aja- jadi seharusnya kalau lagi diluar sebaiknya nggak ngomong dalam bahasa lain biar tidak dianggap seperti itu.

Pulau Rambut: Rumahnya burung-burung

Sampai di homestay Mess BKSDA, kita taruh tas dan barang bawaan di kamar regu masing-masing dan makan siang. Di penginapan kita masih di layani dengan makanan dekat warung homestay, wiiss enak enaakk hidangannya!

Kita juga beli Jus kelapa disana, kebetulan dapat kelapanya yang muda dan tua jadi rasanya satu manis dan satunya lagi sedikit ada pahit pahitnya, tapi masih menyegarkan di hari puanasshhh..

Selesai istirahat dan makan siang kita semua lanjut naik kapal ke Pulau Rambut! Dari P. Untung Jawa bisa kelihatanĀ silhouetteĀ pulau di seberang laut, dan tambah besar dan besar pas mulai mendekati dengan kapal.

Kita semua akan melakukan pengamatan burung-burung di Pulau Rambut, karena pulau ini memang sungguh banyak hewan-hewan yang menarik. Reguku Dublob dan Garam Laut yang pertama sampai di dermaga pulau, Pas main sebentar di pantainya Anja juga sempat di kageti oleh Biawak yang besaaarrrr sekali dibalik semak-semak sampai teriak-teriak histeris gembira akhirnya bisa melihatĀ yang sebenarnya šŸ˜€

Sayangnya nggak bawa kamera huuu…

Waktunya masuk kedalam hutannnn.. Dari tadi aku sudah melihat banyak burung-burung yang lewat di langit tepi pantai, apa lagi kalau masuk lebih dalam ke hutan pulaunya. wiwiwiwiii pasti lebih asyikkk! Kami semua menuju ke menara Bird hiding dimana kita bisa melihat bermacam-macam spesies burung lebih jelas yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Selama perjalanan kesana, Ceca memetik buah kecil bulat yang berbentuk seperti anggur tapi warnanya merah. Satu hal yang unik tentang buah ini adalah aromanya yang sangat haruuummm.. Mirip-mirip seperti bau parfum Mamaku.

Sayangnya aku lupa namanya- di kasih tau juga sama mentor kami padahal- yang aku ingat buahnya masih muda tapi bisa makan. Walau baunya enak kalau dicium cium rasanya masih tidak se enak aromanya-

Dengan teropongnya Ratri, aku bisa melihat berbagai macam burung yang hinggap di atas pepohonan di tempat Bird watching. Bagus-bagus sekali warnanya dan rata-rata lumayan besar juga ukurannya, sesuatu yang pasti jarang kalau ditemukan di kota. Mengesankan sekaliiii..

Aku catat nama-nama burung yang kita temukan, ada burung Kepodang, Peragam, Cangak Merah, Cangak Abu, Bangau Bluok, Peragam Laut, Kuntul Besar, Padi Hitam, Burung Kacer/Kucica (lebih terkenal dengan nama Kucica) dan burung Roko Roko. Menurutku nama Roko Roko ini yang paling gampang diangat karena ingat saja kata ‘Rokok’ wkwkk.. Burung ini juga selalu berterbangan dalam satu grup dan banyak yang lewat di langit pantai.

Burung Kepodang juga menurutku salah satu yang unik, karena warna tubuhnya yang kuning. Kalau nggak salah cukup langka ditemukan juga(?) kita juga cuma lihat sekilas terbang terus hilang ke pepohonan.

Yang paling sering muncul adalah Bangau Bluok, burungnya besar dan seperti namanya penampilannya persis kayak bangau. Anja dan Ratri ini yang paling senang waktu pengamatan burung, kita lama nongkrong di Bird hiding ngintip-ngintip keluar menikmatiĀ viewĀ burung-burung berterbangan. Jarang lohh.. Jadi dinikmati semaksimal mungkin.

Sore hari telah tiba dan waktunya kita untuk balik ke homestay. Regu Putri Duyung dan ANJing duluan yang pulang karena kita yang berangkat pertama. Sambil menunggu kapalnya untuk kembali menjemput kita aku mengumpulkan kerang-kerang yang berbentuk dan warna indah. Ingin ku bawa pulang tapi karena aturan adalah untuk tidak mengambil apa-apa dari pulau ini, kurang lebih yang dari alam atau bagus-bagus, jadi aku patuhi itu.

Sebagai gantinya, aku taruh dan koleksi saja diatas batuan yang tinggi di tepi pantai. Lumayan banyak juga yang ku temukan, coba deh kita lihat kalau masih ada sampai besok… Nggak kebawa ombak atau apa-apa di malam harinya.

Kapal kita datang dan aku memutuskan untuk coba duduk didepan pada waktu ini, soalnya lebih keliatan pemandangan lautnya šŸ˜€

Kebetulan aku memilih untuk duduk di sebelah kanan kapal menghadap kedepan, dan Ratri pinru regu kita di sebelah kiri. Cipratan ombaknya besaarrr di sebelah kiri kapal jadi ngakak aja melihat Ratri kebasahan shshshhh..

Di Mess

Akhirnyaaaa kita sampai di tempat penginapan, kita makan malam yang lezat sampai kenyang. Dan seperti yang dijanjikan oleh mentor setiap orangtua akan dapat kesempatan untuk telpon anak-anaknya!

Aku lagi sibuk menikmati makanan jadi hampir lupa kalo Mama mau telpon huehue… Dibalik hape Papa Mamaku terdengar sangat senang bisa bicara lagi, kayak udah lama nggak ketemu sama ku hehee..

Selesai makan malam kita balik ke kamar masing-masing dan refleksi jurnal sebentar sebelum tidur. Kebetulan regu ku satu kamar sama Kak Lala, dan banyak cerita sama-sama juga sebelum kita istirahat.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s